Jumat, 25 Februari 2011

Apa yang Saya Butuhkan Sekarang


Posting kali ini terhitung tidak penting. Tapi inilah kebiasaan gue. Mementingkan yang tidak penting. Karena yang tidak penting-penting itu terkadang menjadi sangat penting untuk gue.

Belum genap satu bulan gue kembali mendiami Malang, rasa-rasanya gue udah gelisah aja sama kenyamanan hidup gue. Jelas aja, kehidupan di rumah memang jauh lebih nyaman dengan kehidupan di perantauan. Ditambah lagi dengan kondisi perkuliahan yang carut marut akibat urusan skripsi, semakin membuat gue ingin ini ingin itu banyak sekali.

Pertama, gue pengen banget punya kompor portabel.

Telat sih memang, harusnya dari tahun pertama atau kedua gue ngekos, gue udah punya alat ini. Dulu sih mikirnya takut ketahuan ibu kos atau takut bahaya karena kamar kos gue kan kecil dan banyak barangnya. Tapi karena akhir-akhir ini gue sering bosan beli makanan di luar jadinya pengen banget masak sendiri. Akhirnya sih gue masak pakai heater, tapi yang bisa direbus-rebus aja. Ini nih hasil sup tofu telur sosis gue beberapa waktu yang lalu.


Sekarang gue juga menyesal, kenapa dulu nggak mau punya alat pemasak dan penghangat nasi. Sepertinya lumayan menghemat kalau bisa masak nasi sendiri dan yang penting adalah nggak usah keluar kosan kalau tiba-tiba pengen makan. Tapi nggak mungkin kalau gue punya sekarang, kan nggak lama lagi gue hengkang dari tempat ini. Percuma.

Terus, gue pengen banget bisa mindahin rumah orang tua gue di Bekasi, ke Malang. Rumah beserta seluruh isinya, yaitu bokap, nyokap, dan kakak gue. Setidaknya sampai gue selesai ujian skripsi karena gue SANGAT membutuhkan mereka! Andai saja rumah orang tua gue bisa diterbangkan memakai balon seperti di film Up.

Selanjutnya, gue pengen beli pensil mata (benar nggak sih, eyeliner di-bahasa Indonesia-kan jadi pensil mata?). Sudah pengen beli ini dari lama, karena memang nggak pernah punya, tapi selama ini gue santai-santai saja. Herannya, sekarang jadi menggebu-gebu pengen punya. Kenapa ya? Padahal nggak ada rencana pergi ke mana-mana. Ah wajarlah, namanya juga kepengen.


Kurang lebih itulah hal-hal yang sedang gue butuhkan sekarang. Apalagi keinginan yang pengen mindahin rumah, ajaib banget kalau bisa terjadi. Apa salahnya kan bermimpi?

Oh iya ada tambahan. Nggak nyambung sih sama judulnya, gue hanya mau berbagi saja. Sering gue mendengarkan orang-orang menyemangati gue, “Pasti bisa!” Gue heran, emangnya orang-orang pernah jadi gue ya? Di masa lalu pernah jadi gue, gitu? Gue aja gak bisa meramalkan diri gue sendiri, kenapa orang lain percaya kalau gue bisa? Terdengar pesimis memang, jangan ditiru ya, tapi ah sudahlah. Yang tahu diri gue, YA CUMA GUE.

Gambar diambil dari sini (kecuali gambar sup tofu telur sosis).