Rabu, 11 Juli 2012

Panggilan Tante


Satu minggu ke depan, kehamilan kakak ipar gue akan memasuki minggu ke-36. Berarti tidak lama lagi gue akan berjumpa dengan keponakan kandung gue. Yippie!

Sejak berbulan-bulan yang lalu, gue sudah sibuk memikirkan panggilan apa yang tepat untuk keponakan gue dalam memanggil gue. Ribet ya bahasanya muter-muter? Tapi intinya ngerti kan? :D

Selama ini, keponakan-keponakan gue (anak dari sepupu-sepupu gue), memanggil gue dengan sebutan Tante. Ada dua orang keponakan gue yang memanggil gue Bibi karena kakek mereka berdarah Sumatra.

Gue pun bosan dengan panggilan Tante. Seperti biasa, gue memang suka sesuatu yang lain daripada yang lain. Gue nggak mau keponakan kandung gue memanggil gue Tante atau Bibi. Gue butuh pembaharuan. Butuh sesuatu yang berbeda dan menarik. Kayak udah mau kampanye aja ya gue?

Baiklah kita lanjutkan. Belum ada keponakan gue yang memanggil gue dengan sebutan Aunty, tetapi sepertinya panggilan ini di Indonesia sudah lazim digunakan di mana-mana..  Itu artinya, masih masuk ke dalam panggilan standar. Gue sempat melontarkan keinginan untuk dipanggil Encang. Panggilan ini merupakan panggilan tante dalam bahasa Betawi. Kenapa gue pengin dipanggil Encang? Karena gue berpikir, gue selama 20 tahun lamanya lahir dan tumbuh di Bekasi (3 tahun sisanya di Malang), meski tanpa darah Betawi sedikit pun mengalir dalam tubuh gue, gue mengakui bahwa gue adalah orang Bekasi (orang Jawa yang tinggal di Bekasi, maksudnya :p). Namun setelah gue timbang-timbang lagi, ah sepertinya kirang pantas kalau gue dipanggil dengan sebutan tersebut.

Terus, panggilan tante dari bahasa apa ya, yang jarang digunakan dan cocok untuk gue?

Aha! Tanpa cari di google pun akhirnya gue menemukan sebuah ide cemerlang.

Gue memutuskan untuk dipanggil Bulik. Untuk yang belum tahu, Bulik ini adalah panggilan tante dari bahasa Jawa. Di kalangan keluarga gue, panggilan Bulik hanya ada sampai generasi bokap gue saja. Bokap gue memanggil tante dan oomnya dengan panggilan Bulik dan Paklik. Di keluarga nyokap gue tidak mengenal panggilan Bulik. Maka, untuk melestarikan panggilan ini dalam keluarga gue, gue ingin sekali dipanggil Bulik. Yeah!!! *merasa keren

Beberapa hari setelah perenungan panjang itu, tanpa disengaja, kakak gue menyarankan agar gue dipanggil Bulik saja. Nah, bisa sama gitu kan pemikirannya, padahal gue tidak berdiskusi sebelumnya sama dia. Cocok lah kalau begitu hehehe.

Gue juga sudah lapor kepada nyokap tentang keputusan gue untuk dipanggil Bulik oleh keponakan gue nantinya. Nyokap setuju. Gue juga memberi persyaratan, bahwa hanya gue seorang diri yang boleh dipanggil Bulik oleh keponakan gue itu. Untuk sepupu-sepupu gue yang lain, terserah boleh dipanggil apa saja, asalkan jangan Bulik. Egois, kan? Bukan. Menjaga eksklusivitas saja :D

Masalah nama panggilan untuk gue selesai. Muncul persoalan baru. Gue menantang nyokap gue, “Bu, emang Ibu nanti dipanggil apa sama cucunya? Eyang Putri? Iiih biasaaa!” Karena gue tahu, nyokap gue sebangsa gue juga, yaitu suka yang anti-mainstream. Berkerutlah keningnya. Hahaha. Selamat mencari nama panggilan untukmu ya, Bu :p


21 comments:

haha.. :)
cewek saya malah dipanggil mbak sama keponakannya.. sedangkan saya dipanggil om.. T.T

hahahaha bulek apah bule?? eeh bulek bacanya, leg bulik kan tulisannya yoo mbak, wakkakak :D

Ibu e di panggil yangti ae piyee??

Pasti pacarnya nggak mau kelihatan tua kalau dipanggil tante, kan? :)

aku juga sering dipanggil tante ama keponakanku dan gak mau protes masalah itu hehehe

Lho, saya juga nggak protes kok kalau dipanggil tante sama keponakan. Cuma mau ganti suasana aja :)

kalau di tempat aku masih sering pemanggilan bulik, paklik, bude, pakde

kalau di tempat aku masih sering pemanggilan bulik, paklik, bude, pakde

Hai Djuju-Jojo, iya yang benar memang seharusnya melestarikan panggilan "kedaerahan" semacam itu :D

Niar.. komentarmu masuk spam, baru aku cek sekarang haha..
Iya Niar,sepertinya aku lebih cocok jadi bula daripada bulek :p Kau Yangti udah biasa Niar, eyangku juga aku panggil Yangti. Yang lain apa ya?

bulik, disingkat lik. lik cittaaaaa :D

Long time no seeee kita. maen yuk :P

Eeh dateng-dateng ngeledek nih. Yuk main, ke Inggris tapi yaaa.. :D

Haha. ayo ayo. mau banget maen ke inggris. :D

Klo q tansky yg moderen 2014

Tansky? Hmm boljug, boljug x))

Ninda coba ka. Nin(bhs sunda:nini:nenek) muda.

Wah iya, Ninda juga bagus. Tapi jadi kayak nama orang, ya.

Panggilan bulekk itu bukanya sma aja sma bude kan yaa lurr..