Rabu, 22 Juni 2011

Artikel dengan Isi “Keroyokan”



Uhui. Siapa yang sudah rindu dengan artikel dari gue? Boleh lho, diangkat tangannya :D

Seperti yang sudah gue ceritakan pada salah satu artikel sebelumnya, kalau di rumah gue justru jarang sekali bisa menyentuh komputer jinjing. Bukan sok sibuk sih, tapi memang ada kegiatan-kegiatan yang cukup menyita waktu sehingga “memaksa” gue untuk tidak bisa membuat artikel di blog.

Terlebih untuk beberapa minggu ini, banyak acara yang harus gue jalani. Seperti pada tanggal 11 Juni 2011 kemarin, setelah ditunggu-tunggu beberapa bulan akhirnya gue wisuda! Jadi, sebelum hari H gue sudah pergi ke Malang untuk menyiapkan segala tetek bengek wisuda, dan satu hari sebelum hari H, orang tua dan kakak gue datang menyusul. Wisudanya bagaimana? Alhamdulillah lancar dan menyenangkan.

Tak hanya dalam rangka wisuda, karena gue juga harus memindahkan barang-barang yang ada di kosan untuk dikirim pulang ke Bekasi, jadinya selama di Malang gue dan keluarga heboh mengepak barang-barang. Tahukah Anda berapa berat total barang-barang yang gue kirim ke Bekasi? Kurang lebih 200 Kg. Beneran deh gue nggak bohong.

Sesampainya di rumah, gue pun masih dipusingkan dengan kedatangan barang-barang tersebut. Di ruang tamu rumah gue sampai sekarang masih penuh dengan tumpukan kardus-kardus barang dari Malang. Jadi Enek sendiri gue melihatnya, sumpek banget cyin! Mau ditaruh di mana juga bingung, soalnya barang-barang di rumah udah banyak, apalagi ditambah dengan barang pindahan gue. Alamak, mati lah awak.

Baiklah, lupakan sejenak mengenai barang-barang tersebut. Di tanggal 18-19 Juni 2011 kemarin gue mendapat undangan dari tante gue untuk menginap di Hotel Aston Bogor. Kebetulan pada tanggal 18 tersebut, tante gue ulang tahun, jadi satu keluarga besar bokap yang berdomisili di Jakarta diundang ke sana. Hotelnya bagus, hihi norak, tapi memang hotel ini berbeda dengan yang lain karena hotel ini lebih berkonsep seperti apartemen. Apabila kita masuk kamar, kita tidak langsung dapat menemukan tempat tidur, tetapi ada dapur dan ruang televisinya terlebih dahulu, sedangkan tempat tidur ada di dalam salah satu ruangan kamar hotel tersebut.

Karena bertemu dengan sepupu dan keponakan, kami memanfaatkan momen dengan berfoto ria bersama.

Oh iya, pas breakfast di hotel, kami sekeluarga bertemu dengan Vincent Rompies, rupanya dia juga sedang menginap di hotel tersebut bersama keluarganya. Kita duduknya lumayan dekat, seberang meja gitu, tapi gue nggak nyapa apalagi foto bareng hehe. Lagipula gue juga sudah pernah bertemu dia sebelumnya di salah satu pentas seni saat gue SMA, jadi pas ketemu lagi gue nggak norak-norak banget.

Cukup sekian kabar terkini dari gue saat ini. Nantikan artikel-artikel berikutnya :D

Selasa, 07 Juni 2011

Cerita Hujan




Aku suka hujan. Begitu pula kamu.
Setidaknya itulah yang kamu akui. Saat itu. Entah kini.
Di saat kita tidak lagi dalam diam. Mengamati dan menikmati hujan.
Di pinggir koridor. Di sore hari.
Tak ada satu gerakan pun yang kita perbuat. Tak ada satu patah kata pun kita ucap.
Kita dalam khusyuk melihat hujan.
Tak sering memang. Karena aku yang terlanjur gamang.
Dengan masalah kita. Dan kamu tak sadar itu apa.
Penolakan itu pun akhirnya datang. Kamu hanya bisa diam menatapku heran.
Aku memberikan alasan yang dibuat-buat. Kamu turut terpaksa mencari gurauan yang tepat.
Aku tidak tertawa. Karena yang aku ucap terasa berat.
Kamu melangkah penuh gurat. Karena di pikiranmu berkecamuk penat.
Aku tak suka lagi dengan hujan. Begitu pula kamu.
Aku tak pernah lagi berhenti dan mengamati. Entah bagaimana denganmu.
(Kamu yang suka dengan hujan karena aku. Atau memang benar-benar suka hujan bukan karenaku.)
Hujan adalah kita. Terselip cerita antara aku dan kamu.
Dan harus berakhir di situ. Di pinggir derasnya hujan dan air mata hatiku.
Aku pun yakin. Kamu semakin tak ingin membangkitkan kenangan itu.
Karena kesalahanku. Lagi.
Meski tak pantas. Terpintas ingin berhadapan denganmu untuk mengucap maaf.
Ternyata, aku tak bisa. Biar hujan menghapus tentang aku dan kamu.
Oleh :
7 Juni 2011 


Untuk kamu pencinta hujan. Yang pernah mencintai aku. (Gambar diambil dari weheartit)