Kamis, 28 Juli 2011

Wawancara Singkat

Penulis blog yang akrab dipanggil dengan Citta, akhir-akhir ini jarang terlihat lagi pergerakan menulisnya. Ada apakah dengan dirinya? Mari kita simak wawancara berikut ini.

Hai Cit, ke mana aja, kok nggak pernah eksis nulis artikel lagi?

Ih makasih lho, udah dikangenin. Ada dua alasan sih. Yang pertama, paket internet gue habis. Begitu mau gue paketin lagi, tiba-tiba nggak bisa, belum ketahuan sih penyebabnya apa, mungkin karena kartu SIM yang gue pakai adalah nomor Malang sedangkan gue sekarang berdomisili di Bekasi. Ah, ribetlah kalau gue jelasin. Pokoknya saat ini gue jadi sedikit kesulitan kalau ingin menggunakan internet.

Yang ke-dua, akhir-akhir ini gue jarang banget buka komputer jinjing karena gue sedang mempersiapkan dua peristiwa besar yang akan terjadi dalam hidup gue pada bulan Agustus dan September nanti. Gue semacam kerja kejar tayang gitu. (Emang Nikita Willy doang yang bisa punya kerjaan kejar tayang? Hehehe.)

Wow, ada dua kejadian besar, apaan tuh?

Maaf-maaf nih, bukannya mau sok ngerahasiain, tapi memang belum bisa gue ceritain aja. Kalau nanti sudah terlewati, moga-moga bisa gue bagi deh ceritanya.

Memang benar-benar sibuk ya, sampai nggak bisa nge-post artikel?

Bisa dikatakan begitu kira-kira.

Bisa diceritakan bagaimana kesibukan kamu dalam satu hari?

Bangun tidur, pastinya langsung menuju kamar mandi. Kemudian mampir ke meja makan untuk melihat-lihat ada yang bisa dimakan atau tidak. Berhubung gue nggak bisa makan berat kalau pagi-pagi, maka gue mencari panganan ringan atau buah. Setelah itu terkadang menonton televisi atau bermain piano. Lalu di saat pagi menjelang siang gue melakukan “persiapan” untuk salah satu peristiwa yang telah gue sebutkan sebelumnya, hingga sore menjelang malam. Kemudian gue mandi dan makan malam, dilanjutkan dengan menonton Big Brother Indonesia hingga pukul setengah sembilan malam. Sembari menonton televisi, gue menyicil pekerjaan tersebut hingga badan dirasa sudah tidak mampu lagi untuk mengerjakannya. Lalu gue pun bergegas ke kamar tidur untuk menuju pulau kapuk. Yah, begitulah gambaran sekilas mengenai kegiatan gue sehari-hari.

Wah, padat sekali ya jadwalnya. Ada yang bisa disampaikan mungkin, untuk pengikut blogmu?

Halah, emang pengikut blog gue ada yang peduli sama gue?

Ah, kamu bisa aja. Ya sekitar satu-dua patah kata bisa kan untuk mengobati kerinduan mereka sama kamu.

Baiklah. Hai teman-teman blogger, jangan kangen-kangen ya sama saya, kasihan nanti kegiatan Anda bisa terganggu kalau selalu kangen sama saya. Tetaplah berkarya.

Baik, saya rasa cukup untuk wawancara kali ini. Senang bertemu dengan kamu. Terima kasih atas kesempatannya. Ditunggu lho artikel-artikel berikutnya.

Sama-sama, terima kasih.

Senin, 11 Juli 2011

Artikel Ke-seratus Emotional Flutter dalam Setahun

Entah bagaimana ceritanya hingga gue bisa nyangsang di blog Emotional Flutter, dan menemukan bahwa dia sedang mengadakan bagi-bagi hadiah atau biasa kita dengar dengan istilah giveaway. Hadiah yang diberikan pun nggak nanggung-nanggung, langsung diimpor dari Cina! Soalnya belum lama ini si empunya blog baru bertandang ke Cina. Terus kenapa tiba-tiba dia bagi-bagi hadiah? Sebab, giveaway tersebut diselenggarakan dalam rangka ulang tahun pertama blog-nya dan sekaligus posting artikel yang ke-seratus.

Wow.

Artikel ke-seratus baru bisa gue capai setelah dua setengah tahun usia blog gue. Salut deh buat Keven (benar kan ya, nama panggilannya Keven?). Apalagi artikel-artikel yang dia buat menurut gue sangat menghibur dan juga informatif. Oleh karena itu, gue ucapkan selamat ulang tahun yang pertama untuk blognya dan tentu untuk artikel ke-seratusnya.

Semoga bisa terus produktif dalam menghasilkan karya-karya yang bermanfaat

Saya juga punya hadiah spesial buat Keven. Silakan diambil di toko donat terdekat : )



Minggu, 10 Juli 2011

Mama Minta Beliin Pulsa


Adakah di antara Anda yang sudah pernah dapat SMS seperti judul di atas? Gue baru dua hari berturut-turut ini mendapatkan SMS tersebut untuk pertama kalinya. Yeahh! (bangga akhirnya jadi sasaran juga hihihi)

Ini dia SMS yang pertama (belum gue hapus jadi gue bisa tulis ulang di sini):

Jam 01:44 (Gila banget ya, nyari “korban” tengah malam begitu. Emang ada toko pulsa buka jam segitu?)

Ma, beliin dulu pulsa A* 20 rb di nomor ini 0852186xxxxx sekarang PENTING.

Kemudian SMS pada keesokan harinya.

Jam 17:27

Ma.Belikan dulu pulsa A* 20ribu di nomor ini 0852329xxxxxx sekarang ya ma, penting!

Kali ini dengan nomor pengirim yang berbeda dengan yang sebelumnya. Hanya saja gue heran, mengapa SMS minta pulsa ini harus dikirim ke nomor dengan provider yang sama dengan SMS sebelumnya. Tapi gue nggak bisa menebak apakah si pelaku adalah orang yang sama.

Sebenarnya pengin gue balas begini: “Lo pikir gue emak-emak, orang gue engkong-engkong. Dasar lu penipu. Tobat sana, sebelum kena azab.” tapi apa daya nggak ada pulsa, gagal deh maki-maki orang. Malah, beberapa hari yang lalu gue pernah melihat ini dari twitternya @Jonimul. Setuju banget gue sama isi balasan SMS-nya.


Gue heran ya, memang masih ada orang yang (maaf) bodoh hingga mau mengirimkan pulsa ke nomor-nomor perampok pulsa seperti itu? Tapi toh buktinya jenis SMS seperti itu sudah beberapa tahun berjalan hingga saat ini, berarti mungkin masih ada beberapa orang yang mau kena tipu.

Pada akhir tahun 2009 lalu, sebenarnya gue juga sudah pernah mendapatkan SMS sejenis. Tetapi ada yang berbeda, karena ternyata pelaku yang mengirimi SMS tersebut adalah orang yang gue kenal. SMS-nya pun masih gue simpan (gue memang suka menyimpan SMS-SMS “bersejarah”). Berikut isi pesannya:

Pertama

Cita tolong beliin pulsa ak dunk.ak tsesat n ak bingung semua ak sms g da yg bls.ni sms trakir,pulsa ak abiz.

Ke-dua (satu bulan berikutnya)

Cita ak minta tolong beliin pulsa dunk.ntar duitx ak ganti klo kt da kul breng.adit.

Saat itu gue tidak merespon apapun. Karena gue tidak biasa membalas SMS dari nomor asing, apalagi dengan pesan yang tidak penting isinya. Hanya saja gue penasaran, siapa yang mengirim itu semua dan dari mana dia tahu nama gue. Jujur gue agak sedikit takut tapi tidak berani membalas SMS itu. Meski di SMS ke-dua dia menyebutkan nama, tapi gue merasa tidak pernah punya teman kuliah yang bernama Adit.

Rasa penasaran gue pun akhirnya terjawab. Setelah beberapa bulan kemudian, gue mendapatkan SMS dengan nomor asing dan menanyakan sesuatu (gue tidak menyimpan SMS-nya), lalu gue memberanikan diri untuk bertanya siapakah dia. Ternyata dia memang benar teman kuliah gue (satu jurusan tapi tidak satu angkatan, kami pernah satu mata kuliah bersama) dan nama asli si pelaku pun sebenarnya bukan Adit, tapi tidak akan gue sebutkan nama aslinya di sini. Lalu kenapa gue bisa tahu kalau dia merupakan orang yang sama dengan orang yang mengirim SMS minta beliin pulsa itu? Karena sangat kelihatan dari jenis bahasa SMS-nya, berikut karakter SMS-nya benar-benar sama. Ditambah lagi dengan nomor dari provider yang sama (ketiga SMS dari orang tersebut menggunakan nomor yang berbeda namun provider sama).

Jujur gue kaget. Tidak mengerti maksudnya apa dia mengirim SMS seperti itu. Gue jadi ketakutan begitu mengetahui yang mengirim SMS ternyata dia. Tapi untungnya sejak itu tidak pernah bertemu lagi di kampus. Pernah ketemu lagi sih, satu kali, saat gue masih sibuk mengurus kelulusan dan kami hanya bertemu sepintas. Tapi gue cuek saja seolah tidak pernah ada apa-apa, lagipula kejadiannya sudah lama, mungkin dia juga sudah lupa pernah hampir menipu gue seperti itu.

Baiklah, pesan-pesan saya terhadap Anda yang sedang membaca artikel ini, janganlah sesekali mempercayai jenis SMS penipuan seperti ini. Gengsi dong, kalah pintar sama penipu :D